Cari Blog Ini

Sabtu, 16 April 2011

12 Reruntuhan Paling Indah di Muka Bumi

Reruntuhan bangunan bukan lagi menjadi tempat seram berkumpulnya para hantu dalam legenda. Seringkali reruntuhan sekarang dibiarkan apa adanya untuk mempertahankan keindahan yang ada dan akhirnya menjadi obyek wisata yang indah. Reruntuhan yang ada seringkali merupakan bukti sejarah kemegahan bangsa yang membangun tempat-tempat asli yang ada.

Dari reruntuhan tersebut, seringkali fakta sejarah dapat kita temui dari berbagai barang yang masih dapat anda temui di sana. 12 Reruntuhan yang ada di bawah ini adalah reruntuhan yang paling indah yang dapat kita temu di berbagai negara.
1. Machu Picchu (Peru)
 
Reruntuhan paling terkenal di antara semua reruntuhan Inca. Machu Picchu seakan berada di antara dua puncak gunung dan seringkali tertutup kabut. Reruntuhan ini tidak dapat terlihat dari Lembah Urubamba di bawahnya, tempat ini dibangun oleh bangsa Inca tanpa sama sekali menggunakan roda.
Machu Picchu dibangun pada sekitar abad 15, tapi tempat ini sama sekali tidak tercatat oleh para Conquistador Spanyol, yang ternyata menghancurkan tempat tersebut pada tahun 1530. Tempat ini juga masih belum diketahui tujuan pembangunannya, walaupun banyak sekali tanda bahwa tempat tersebut memiliki berbagai pusat pemujaan.
Sampai sekarang berbagai ahli arkeologi terus mencari bukti tujuan dibangunnya tempat tersebut, karena bangsa Inca tidak meninggalkan memiliki sistem tulisan, maka tidak ada laporan tertulis mengenai tempat tersebut.
2. Babilon (Irak)
Reruntuhan ini terletak sekitar 90 km dari kota Baghdad, nama asli kota ini adalah "Bab-ili" yang berarti "gerbang para dewa". Kota ini dikenal luas pada zaman era klasik, sebagai kota yang indah dengan "Taman Gantung" yang termasuk salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia.
Kota ini berdiri sebagai pusat pemerintahan dan budaya, dan berjaya selama lebih kurang 15 abad, semenjak kedatangan suku Amor (sekitar 1850 SM) sampai Alexander Agung, yang akhirnya meninggal di sana pada 322 SM. Hammurabi (1892-1750 SM), salah satu penguasa terhebat di Irak juga membuat kota ini sebagai pusat pemerintahan.

3. Palenque (Meksiko)
Reruntuhan Palenque adalah salah satu dari situs arkeologi terpenting suku Maya di Meksiko dan Amerika Tengah. Kota yang dibangun di atas jurang dengan pemandangan indah teluk Meksiko, Palenque seakan tersembunyi dalam hutan tropis di kaki pegunungan Tumbala, Chiapas, Meksiko.
Walaupun analisis terhadap potongan tembikar menyatakan bahwa daerah tersebut sudah dihuni mulai sekitar 100 SM, tapi bangunan yang tersisa kebanyakan dibangun pada sekitar abad 6 sampai 10 Masehi. Penguasa terbesar di kota ini adalah Pacal, yang berkuasa pada tahun 603 masehi, dan membuat berbagai bangunan inovatif yang bertahan bahkan sampai lebih dari masa berkuasa Pacal yang berkisar 68 tahun. Salah satu bangunan yang luar biasa adalah Istana, baik dinding dan langit-langit istana ini dipenuhi ukiran yang menggambarkan upacara dan berbagai aktivitas penguasa dan para dewa, sehingga kita dapat mengira-ira bagaimanakah kehidupan suku Maya pada zaman tersebut.
Sampai sekarang hanya 34 dari kemungkinan 500 bangunan yang berhasil dibebaskan dari timbunan tanah, siapa tahu anda bisa ikutan membebaskan satu lagi?
4. Ayutthaya (Thailand)
Ayutthaya, dalam bahasa Sansekerta berarti 'tidak terkalahkan' memang tidak sepopuler Bangkok, Chiang Mai atau Phuket, tapi adalah salah satu daerah di Thailand yang sering dikunjungi turis yang ingin melihat reruntuhan yang terkenal.
Pada puncak kejayaannya, Ayutthaya adalah ibukota yang sibuk dengan reputasi yang mencapai banyak negara. Menurut ahli sejarah, perkembangan Ayutthaya, bahkan melebihi berbagai ibukota di Eropa. Kota ini begitu makmur sampai Burma (sekarang Myanmar), negara tetangga, begitu iri dan akhirnya berhasil membakar dan menjarah kota ini. Walaupun sekarang kota ini tinggal puing, tapi masih sangat indah, dan sekarang dilindungi sebagai Ayutthaya Historical Park
5. Colloseum (Italia)
Salah satu hasil dari karya bangun bangsa Romawi, sekaligus adalah reruntuhan bangunan paling terkenal di dunia, nama asli bangunan ini adalah Flavian Amphiteatre, adalah bangunan teater terbuka berbentuk elips di pusat kota Roma, Italia.
Bangunan terbesar di jaman Romawi ini mampu menampung 50.000 penonton, digunakan sebagai kontes gladiator dan pertunjukan kepada publik. Berbagai pertunjukan, seperti pertempuran bohongan, eksekusi, sampai pertunjukan ulang pertempuran terkenal, juga berbagai drama berdasar mitologi dipertontonkan di sini. Lebih dari 50.000 orang dan hewan mati di tempat ini
Walaupun sekarang kerusakan sebagian dari bangunan ini dikatakan terjadi karena gempa bumi, tapi setidaknya bangunan ini berhasil tetap tegak berdiri hanya dengan sedikit kerusakan, dan sehingga menjadi salah satu bangunan yang berhasil membuat terobosan dalam menahan gempa.
6. Tikal (Guatemala)
Tikal adalah situs arkeologi terbesar di dunia sekaligus pusat urban di tengah kebudayaan Maya Pre-Kolombia. Situs ini terletak di daerah arkeologi di Peten Basin, Guatemala Utara. Situs ini adalah bagian dari Tikal National Park dan pada tahun 1979 berada dalam lindungan Unesco.
Tikal adalah salah satu pusat budaya dan populasi suku bangsa Maya. Berbagai bangunan monumental di situs ini dibangun pada abad ke empat Masehi. Tikal mencapai puncak kejayaannya pada sekitar tahun 200 - 900 Masehi, dan pada masa tersebut, Tikal mendominasi budaya, politik, ekonomi dan militer bangsa Maya, sambil terus berinteraksi dengan berbagai suku bangsa, termasuk Teohuatican di Meksiko.
Setelah masa-masa Tikal dikalahkan oleh Teohuatican pada abad ke empat Masehi, Tikal mengalami penurunan, bahkan istana yang ada sempat terbakar. Berbagai bukti menunjukkan bahwa kota ini makin lama makin sepi sampai akhirnya ditinggalkan pada abad 10 Masehi.

7. Chichén Itzá (Meksiko)
Situs arkeologi terbesar jaman pre-Kolombia yang dibangun oleh bangsa Maya. Chichen Itza dibangun di utara semenanjung Yucatan, Meksiko. Daerah ini adalah titik pusat utama di Zaman Klasik. Chichen Itza dibangun dengan berbagai gaya arsitektur yang dianggap merupakan hasil dari akulturasi berbagai budaya yang ada di daerah tersebut.

8. Parthenon (Yunani)
Adalah kuil dewi Athena, yang dibangun pada pada abad ke 5 di Akropolis. Bangunan ini adalah bangunan paling penting yang berhasil selamat di masa Yunani Klasik, dan dianggap sebagai puncak perkembangan budaya Klasik Yunani. Pada saat ini, Kementrian Kebudayaan Yunani sedang menjalankan program untuk merestorasi dan merekonstruksi bangunan ini.

9. Biara Trinidad (Paraguai)
Biara yang terlteak 25 km dari Encarnacion, di rute yang mengarah ke Ciudad del Este, Paraguai, adalah bangunan yang paling menarik dalam sejarah misi Nasrani ke Paraguai.
Trinidad adalah kota yang didirikan oleh para penduduk setempat yang datang dari San Carlos. Arsitek utama bangunan ini adalah romo Juan Bautista Prímoli dari Milan dan Catalan Jose Grimau. Gereja yang dibangun di tempat ini dikatakan sebagai gereja terindah dan terbesar di seluruh Paraguai (pada zamannya)

10. Copan (Honduras)
 
Ibu kita bangsa Maya dari tahun 400-800, Copan adalah kota terbesar dan paling mengagumkan di seluruh pusat kebudayaan Maya. Terdapat beberapa piramid, kuil dan 21 pilar batu, atau stelae, dengan berbagai ukiran wajah raja-raja Copan.

11. Palmyra (Siria)
Palmyra, yang terletak di jantung Padang Pasir Siria, seringkali digambarkan sebagai "pengantin padang pasir". Sisa bangunan yang ada menjadi saksi bertapa Ratu Zenobia adalah seorang pemimpin yang heroik. Palmyra yang didirikan di dekat mata air panas Afqa, adalah tempat persinggahan ideal sebagai jalur perdagangan antara Irak dan Al Sham (sekarang adalah Siria, Lebanon, Jerusalem dan Yordania).
Lokasi yang strategis plus kemakmuran daerah ini sangat menarik pasukan Romawi, yang akhirnya mengambil alih kota ini di tahun-tahun pertama Masehi. Ahli arkeolgis sampai sekarang menggali daerah tersebut untuk menemukan sisa-sia bangunan istana ratu Zenobia.
12. Talisay (Filipina)
 
Salah satu bangunan di Talisay City adalah rumah besar yang dibangun oleh raja gula di akhir abad 19, dan tidak hanya sekali,tapi dua kali harus hancur di perang dunia kedua, untuk mencegah agar Jepang tidak memanfaatkan bangunan tersebut. Sisa bangunan yang ada masih menunjukkan keindahan rumah mewah yang besar tersebut.

Cleopatra, Lambang Kecantikan Abadi

Patung Cleopatra
BUKAN PADA WAJAHNYA PESONA ITU MERUNTUHKAN DUNIA
Dua jenderal paling berkuasa di kemaharajaan Romawi, Julius Caesar dan Markus Antonius, takluk pada Cleopatra. Ia menjadi legenda, menginspirasi ditulisnya buku, drama, dan puluhan opera. Begitu banyak orang merasa mengenal Cleopatra, tanpa benar-benar mengetahui siapa dan bagaimana sosok ratu Mesir ini sebenarnya.

Cleopatra bukanlah orang Mesir. Ia keturunan dinasti Ptolemy yang berasal dari Macedonia. Dinasti Ptolemy berkuasa di Mesir selama tiga abad setelah penaklukan Mesir oleh Alexander The Great. Cleopatra adalah pharaoh Ptolemic pertama yang mempelajari bahasa Mesir. Ia juga pharaoh terakhir Mesir, karena setelah kematiannya, Mesir menjadi salah satu provinsi dalam kemaharajaan Romawi.

Menurut catatan sejarah yang dibuat oleh penulis Yunani, Plutarch (yang juga menulis kisah hidup Archimedes) dalam bukunya Life of Anthony digambarkan Cleopatra “benar-benar tak bercatat, luar biasa” dan “kecantikannya tiada duanya”. Namun dari gambar Cleopatra yang terdapat pada sepuluh koin mata uang yang dibuat pada masa pemerintahannya, sulit untuk mengatakan Cleopatra cantik. Lehernya gemuk, hidungnya bengkok, telinganya panjang, dan dagunya mencuat. Tinggi tubuhnya pun hanya 1,5 meter ….

Jadi, apa yang membuat Cleopatra demikian mempesona? Kecantikan Cleopatra ada di’dalam’, bukan pada tampilan ‘luar’nya. Ia dapat berbicara dalam sembilan bahasa. Otaknya tajam. Kharismanya kuat. Kebijaksanaannya mengagumkan. Ia berpendidikan tinggi, dan memiliki keagungan luar biasa sejak dini. Plutarch menulis “Percakapannya menawan luar biasa … ” dan “Perbincangannya menggoda. Karakternya, yang merasuk dalam tindakannya begitu mempesona tak terkatakan. Bunyi dari suaranya manis … “. Ia begitu menarik, sehingga “Plato mengakui empat jenis pujian, namun Cleopatra punya ribuan.”

Cleopatra ketika bertemu Caesar
Cleopatra tidak cantik, namun ia berhasil menguasai hati dua orang yang paling berkuasa pada masanya, Julius Caesar dan Markus Antonius. Caesar berkata, “Tidak ada darah dalam venanya, selain darah matahari. Hathor yang manis tinggal dalam mata dan lesung lututnya”.
Cleopatra mewarisi kerajaan Mesir yang bangkrut. Sebegitu bangkrutnya, hingga tak mampu mencetak koin emas, dan hanya membuat koin dari logam yang tidak begitu bagus mutunya. Itulah sebabnya tidak banyak ditemukan koin dengan gambar dirinya. 

Ia membangun pasukan, membuat Mesir kuat, mempertahankan kedamaian dalam negrinya, dan sukses mengadu domba lawan-lawan kuatnya sehingga saling berperang sesama mereka sendiri. Ibukota Mesir, Alexandria, adalah kota yang paling maju di dunia pada saat itu. Kota itu memiliki pelayanan kesehatan, perpustakaan besar, mercusuar yang luar biasa, dan merupakan sebuah pusat budaya dan ilmu yang menarik orang dari seluruh dunia.
Cleopatra dan Markus Antonius

Sayangnya, ilmu forensik tidak akan mampu menunjukkan kepada kita wajah Cleopatra. Napoleon merampas banyak harta karun dari Prancis, termasuk peti mumi Cleopatra. Sebagian besar harta karun itu dikembalikan ke Mesir, tetapi peti mumi Cleopatra secara tak sengaja tertinggal. Pada tahun 1940-an, para pekerja Prancis menemukan peti muminya, dan melemparkan isinya ke tempat pembuangan …. 

Kecantikan Cleopatra tidaklah pada tampilan fisiknya, tetapi sebagai ikon dalam legenda asmara, maka para pelukis, penulis drama, dan pembuat film sudah pasti menampilkan Cleopatra yang cantik jelita.

Selasa, 12 April 2011

Borobudur

Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Dalam etnis Tionghoa, candi ini disebut juga 婆羅浮屠 (Hanyu Pinyin: pó luó fú tú) dalam bahasa Mandarin.

Daftar isi

[tampilkan]

[sunting] Nama Borobudur

Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya "gunung" (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan "para Buddha" yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata "bara" dan "beduhur". Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah "tinggi", atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti "di atas". Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.
Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja Mataram dari wangsa Syailendra bernama Samaratungga, yang melakukan pembangunan sekitar tahun 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad. Dalam prasasti Karangtengah pula disebutkan mengenai penganugerahan tanah sima (tanah bebas pajak) oleh Çrī Kahulunan (Pramudawardhani) untuk memelihara Kamūlān yang disebut Bhūmisambhāra. [1] Istilah Kamūlān sendiri berasal dari kata mula yang berarti tempat asal muasal, bangunan suci untuk memuliakan leluhur, kemungkinan leluhur dari wangsa Sailendra. Casparis memperkirakan bahwa Bhūmi Sambhāra Bhudhāra dalam bahasa sansekerta yang berarti "Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa", adalah nama asli Borobudur.[2]

[sunting] Struktur Borobudur

Borobudur dilihat dari pelataran sudut barat laut
Denah Borobudur membentuk Mandala, lambang alam semesta dalam kosmologi Buddha.
Candi Borobudur memiliki struktur dasar punden berundak, dengan enam pelataran berbentuk bujur sangkar, tiga pelataran berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di semua pelatarannya beberapa stupa.
Sepuluh pelataran yang dimiliki Borobudur menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana. Bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.
Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah". Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi candi. Pada bagian yang tertutup struktur tambahan ini terdapat 120 panel cerita Kammawibhangga. Sebagian kecil struktur tambahan itu disisihkan sehingga orang masih dapat melihat relief pada bagian ini.
Empat lantai dengan dinding berelief di atasnya oleh para ahli dinamakan Rupadhatu. Lantainya berbentuk persegi. Rupadhatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni, antara alam bawah dan alam atas. Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk-ceruk dinding di atas ballustrade atau selasar.
Mulai lantai kelima hingga ketujuh dindingnya tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu (yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud). Denah lantai berbentuk lingkaran. Tingkatan ini melambangkan alam atas, di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana. Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Dari luar patung-patung itu masih tampak samar-samar.
Tingkatan tertinggi yang menggambarkan ketiadaan wujud dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi. Stupa digambarkan polos tanpa lubang-lubang. Di dalam stupa terbesar ini pernah ditemukan patung Buddha yang tidak sempurna atau disebut juga unfinished Buddha, yang disalahsangkakan sebagai patung Adibuddha, padahal melalui penelitian lebih lanjut tidak pernah ada patung pada stupa utama, patung yang tidak selesai itu merupakan kesalahan pemahatnya pada zaman dahulu. menurut kepercayaan patung yang salah dalam proses pembuatannya memang tidak boleh dirusak. Penggalian arkeologi yang dilakukan di halaman candi ini menemukan banyak patung seperti ini.
Di masa lalu, beberapa patung Buddha bersama dengan 30 batu dengan relief, dua patung singa, beberapa batu berbentuk kala, tangga dan gerbang dikirimkan kepada Raja Thailand, Chulalongkorn yang mengunjungi Hindia Belanda (kini Indonesia) pada tahun 1896 sebagai hadiah dari pemerintah Hindia Belanda ketika itu.
Borobudur tidak memiliki ruang-ruang pemujaan seperti candi-candi lain. Yang ada ialah lorong-lorong panjang yang merupakan jalan sempit. Lorong-lorong dibatasi dinding mengelilingi candi tingkat demi tingkat. Di lorong-lorong inilah umat Buddha diperkirakan melakukan upacara berjalan kaki mengelilingi candi ke arah kanan. Bentuk bangunan tanpa ruangan dan struktur bertingkat-tingkat ini diduga merupakan perkembangan dari bentuk punden berundak, yang merupakan bentuk arsitektur asli dari masa prasejarah Indonesia.
Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur Mandala.
Struktur Borobudur tidak memakai semen sama sekali, melainkan sistem interlock yaitu seperti balok-balok Lego yang bisa menempel tanpa lem.

[sunting] Relief

Tangga Borobudur mendaki melalui serangkaian gapura berukir Kala-Makara
Stupa Borobudur.jpg
Di setiap tingkatan dipahat relief-relief pada dinding candi. Relief-relief ini dibaca sesuai arah jarum jam atau disebut mapradaksina dalam bahasa Jawa Kuna yang berasal dari bahasa Sansekerta daksina yang artinya ialah timur. Relief-relief ini bermacam-macam isi ceritanya, antara lain relief-relief cerita jātaka.
Pembacaan cerita-cerita relief ini senantiasa dimulai, dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya, mulainya di sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbang itu. Maka secara nyata bahwa sebelah timur adalah tangga naik yang sesungguhnya (utama) dan menuju puncak candi, artinya bahwa candi menghadap ke timur meskipun sisi-sisi lainnya serupa benar.
Adapun susunan dan pembagian relief cerita pada dinding dan pagar langkan candi adalah sebagai berikut.
Bagan Relief
Tingkat Posisi/letak Cerita Relief Jumlah Pigura
Kaki candi asli - ----- Karmawibhangga 160 pigura
Tingkat I - dinding a. Lalitawistara 120 pigura
------- - ----- b. jataka/awadana 120 pigura
------- - langkan a. jataka/awadana 372 pigura
------- - ----- b. jataka/awadana 128 pigura
Tingkat II - dinding Gandawyuha 128 pigura
-------- - langkan jataka/awadana 100 pigura
Tingkat III - dinding Gandawyuha 88 pigura
-------- - langkan Gandawyuha 88 pigura
Tingkat IV - dinding Gandawyuha 84 pigura
-------- - langkan Gandawyuha 72 pigura
-------- Jumlah -------- 1460 pigura
Secara runtutan, maka cerita pada relief candi secara singkat bermakna sebagai berikut :
Karmawibhangga
Salah satu ukiran Karmawibhangga di dinding candi Borobudur (lantai 0 sudut tenggara)
Sesuai dengan makna simbolis pada kaki candi, relief yang menghiasi dinding batur yang terselubung tersebut menggambarkan hukum karma. Deretan relief tersebut bukan merupakan cerita seri (serial), tetapi pada setiap pigura menggambarkan suatu cerita yang mempunyai korelasi sebab akibat. Relief tersebut tidak saja memberi gambaran terhadap perbuatan tercela manusia disertai dengan hukuman yang akan diperolehnya, tetapi juga perbuatan baik manusia dan pahala. Secara keseluruhan merupakan penggambaran kehidupan manusia dalam lingkaran lahir - hidup - mati (samsara) yang tidak pernah berakhir, dan oleh agama Buddha rantai tersebutlah yang akan diakhiri untuk menuju kesempurnaan.
Lalitawistara
Merupakan penggambaran riwayat Sang Buddha dalam deretan relief-relief (tetapi bukan merupakan riwayat yang lengkap ) yang dimulai dari turunnya Sang Buddha dari sorga Tusita, dan berakhir dengan wejangan pertama di Taman Rusa dekat kota Banaras. Relief ini berderet dari tangga pada sisi sebelah selatan, setelah melampui deretan relief sebanyak 27 pigura yang dimulai dari tangga sisi timur. Ke-27 pigura tersebut menggambarkan kesibukan, baik di sorga maupun di dunia, sebagai persiapan untuk menyambut hadirnya penjelmaan terakhir Sang Bodhisattwa selaku calon Buddha. Relief tersebut menggambarkan lahirnya Sang Buddha di arcapada ini sebagai Pangeran Siddhartha, putra Raja Suddhodana dan Permaisuri Maya dari Negeri Kapilawastu. Relief tersebut berjumlah 120 pigura, yang berakhir dengan wejangan pertama, yang secara simbolis dinyatakan sebagai Pemutaran Roda Dharma, ajaran Sang Buddha di sebut dharma yang juga berarti "hukum", sedangkan dharma dilambangkan sebagai roda.
Jataka dan Awadana
Jataka adalah cerita tentang Sang Buddha sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta. Isinya merupakan pokok penonjolan perbuatan baik, yang membedakan Sang Bodhisattwa dari makhluk lain manapun juga. Sesungguhnya, pengumpulan jasa/perbuatan baik merupakan tahapan persiapan dalam usaha menuju ketingkat ke-Buddha-an.
Sedangkan Awadana, pada dasarnya hampir sama dengan Jataka akan tetapi pelakunya bukan Sang Bodhisattwa, melainkan orang lain dan ceritanya dihimpun dalam kitab Diwyawadana yang berarti perbuatan mulia kedewaan, dan kitab Awadanasataka atau seratus cerita Awadana. Pada relief candi Borobudur jataka dan awadana, diperlakukan sama, artinya keduanya terdapat dalam deretan yang sama tanpa dibedakan. Himpunan yang paling terkenal dari kehidupan Sang Bodhisattwa adalah Jatakamala atau untaian cerita Jataka, karya penyair Aryasura dan jang hidup dalam abad ke-4 Masehi.
Gandawyuha
Merupakan deretan relief menghiasi dinding lorong ke-2,adalah cerita Sudhana yang berkelana tanpa mengenal lelah dalam usahanya mencari Pengetahuan Tertinggi tentang Kebenaran Sejati oleh Sudhana. Penggambarannya dalam 460 pigura didasarkan pada kitab suci Buddha Mahayana yang berjudul Gandawyuha, dan untuk bagian penutupnya berdasarkan cerita kitab lainnya yaitu Bhadracari.

[sunting] Arca Buddha

Sebuah arca Buddha di dalam stupa berterawang
Selain wujud buddha dalam kosmologi buddhis yang terukir di dinding, di Borobudur terdapat banyak arca buddha duduk bersila dalam posisi lotus serta menampilkan mudra atau sikap tangan simbolis tertentu.
Patung buddha dalam relung-relung di tingkat Rupadhatu, diatur berdasarkan barisan di sisi luar pagar langkan. Jumlahnya semakin berkurang pada sisi atasnya. Barisan pagar langkan pertama terdiri dari 104 relung, baris kedua 104 relung, baris ketiga 88 relung , baris keempat 72 relung, dan baris kelima 64 relung. Jumlah total terdapat 432 arca Buddha di tingkat Rupadhatu.[3] Pada bagian Arupadhatu (tiga pelataran melingkar), arca Buddha diletakkan di dalam stupa-stupa berterawang (berlubang). Pada pelataran melingkar pertama terdapat 32 stupa, pelataran kedua 24 stupa, dan pelataran ketiga terdapat 16 stupa, semuanya total 72 stupa.[3] Dari jumlah asli sebanyak 504 arca Buddha, lebih dari 300 telah rusak (kebanyakan tanpa kepala) dan 43 hilang (sejak penemuan monumen ini, kepala buddha sering dicuri sebagai barang koleksi, kebanyakan oleh museum luar negeri).[4]
Secara sepintas semua arca buddha ini terlihat serupa, akan tetapi terdapat perbedaan halus diantaranya, yaitu pada mudra atau posisi sikap tangan. Terdapat lima golongan mudra: Utara, Timur, Selatan, Barat, dan Tengah, kesemuanya berdasarkan lima arah utama kompas menurut ajaran Mahayana. Keempat pagar langkan memiliki empat mudra: Utara, Timur, Selatan, dan Barat, dimana masing-masing arca buddha yang menghadap arah tersebut menampilkan mudra yang khas. Arca Buddha pada pagar langkan kelima dan arca buddha di dalam 72 stupa berterawang di pelataran atas menampilkan mudra: Tengah atau Pusat. Masing-masing mudra melambangkan lima Dhyani Buddha; masing-masing dengan makna simbolisnya tersendiri.[5]
Mengikuti urutan Pradakshina yaitu gerakan mengelilingi searah jarum jam dimulai dari sisi Timur, maka mudra arca-arca buddha di Borobudur adalah:
Arca↓ Mudra↓ Melambangkan↓ Dhyani Buddha↓ Arah Mata Angin↓ Lokasi Arca↓
COLLECTIE TROPENMUSEUM Boeddhabeeld van de Borobudur TMnr 10016277.jpg Bhumisparsa mudra Memanggil bumi sebagai saksi Aksobhya Timur Relung di pagar langkan 4 baris pertama Rupadhatu sisi timur
COLLECTIE TROPENMUSEUM Boeddhabeeld van de Borobudur TMnr 60013976.jpg Wara mudra Kedermawanan Ratnasambhawa Selatan Relung di pagar langkan 4 baris pertama Rupadhatu sisi selatan
COLLECTIE TROPENMUSEUM Boeddhabeeld van de Borobudur voorstellende Dhyani Boeddha Amitabha TMnr 10016276.jpg Dhyana mudra Semadi atau meditasi Amitabha Barat Relung di pagar langkan 4 baris pertama Rupadhatu sisi barat
COLLECTIE TROPENMUSEUM Boeddhabeeld van de Borobudur voorstellende Dhyani Boeddha Amogasiddha TMnr 10016274.jpg Abhaya mudra Ketidakgentaran Amoghasiddhi Utara Relung di pagar langkan 4 baris pertama Rupadhatu sisi utara
COLLECTIE TROPENMUSEUM Boeddhabeeld van de Borobudur voorstellende Dhyani Boeddha Vairocana TMnr 10015947.jpg Witarka mudra Akal budi Wairocana Tengah Relung di pagar langkan baris kelima (teratas) Rupadhatu semua sisi
COLLECTIE TROPENMUSEUM Boeddhabeeld van de Borobudur TMnr 60019836.jpg Dharmachakra mudra Pemutaran roda dharma Wairocana Tengah Di dalam 72 stupa di 3 teras melingkar Arupadhatu

[sunting] Tahapan pembangunan Borobudur

  • Tahap pertama
Masa pembangunan Borobudur tidak diketahui pasti (diperkirakan antara 750 dan 850 M). Pada awalnya dibangun tata susun bertingkat. Sepertinya dirancang sebagai piramida berundak. tetapi kemudian diubah. Sebagai bukti ada tata susun yang dibongkar.
  • Tahap kedua
Pondasi Borobudur diperlebar, ditambah dengan dua undak persegi dan satu undak lingkaran yang langsung diberikan stupa induk besar.
  • Tahap ketiga
Undak atas lingkaran dengan stupa induk besar dibongkar dan dihilangkan dan diganti tiga undak lingkaran. Stupa-stupa dibangun pada puncak undak-undak ini dengan satu stupa besar di tengahnya.
  • Tahap keempat
Ada perubahan kecil seperti pembuatan relief perubahan tangga dan lengkung atas pintu.

[sunting] Ikhtisar waktu proses pemugaran Candi Borobudur

Foto pertama Borobudur dari tahun 1873. Bendera Belanda tampak pada stupa utama candi.
Teras tertinggi setelah restorasi Van Erp. Stupa utama memiliki menara dengan chattra (payung) susun tiga.
  • 1814 - Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Britania Raya di Jawa, mendengar adanya penemuan benda purbakala di desa Borobudur. Raffles memerintahkan H.C. Cornelius untuk menyelidiki lokasi penemuan, berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.
  • 1873 - monografi pertama tentang candi diterbitkan.
  • 1900 - pemerintahan Hindia Belanda menetapkan sebuah panitia pemugaran dan perawatan candi Borobudur.
  • 1963 - Pemerintah Indonesia mengeluarkan surat keputusan untuk memugar Borobudur, tapi berantakan setelah terjadi peristiwa G-30-S.
  • 1968 - Pada konferensi-15 di Perancis, UNESCO setuju untuk memberi bantuan untuk menyelamatkan Borobudur.
  • 1971 - Pemerintah Indonesia membentuk badan pemugaran Borobudur yang diketuai Prof.Ir.Roosseno.
Batu peringatan pemugaran candi Borobudur dengan bantuan UNESCO
  • 1972 - International Consultative Committee dibentuk dengan melibatkan berbagai negara dan Roosseno sebagai ketuanya. Komite yang disponsori UNESCO menyediakan 5 juta dolar Amerika Serikat dari biaya pemugaran 7.750 juta dolar Amerika Serikat. Sisanya ditanggung Indonesia.

Harta Karun VOC Ditemukan di Subang

Subang-Harian Komentar
INI barang kali sensasi di saat krisis global. Sebuah kapal karam ditemukan di perairan Subang, Jawa Barat. Berpeti-peti emas dan uang ada di kapal yang diduga peninggalan zaman kolonial itu. Nilainya harta karunnya triliunan rupiah!
“Itu bisa triliunan nilainya. Ini uang besar,” kata Taryono, salah satu tokoh nelayan setempat yang merupakan bos nelayan yang menemukan kapal harta karun tersebut, seperti dilansir detik.com, Selasa (18/11).
Wacas, anak buah Taryono, menemukan langsung kapal tersebut pada 18 Agustus lalu. Sebagai buktinya, Wacas mengambil 8 uang koin yang diduga berasal dari tembaga. “Uang koin itu sepertinya dari tembaga. Tulisannya macam-macam, tapi nggak terlalu jelas. Salah satunya ada tulisan Indiabatavia dan tahun 1826,” kata Taryono.
Atas penemuan tersebut, Wacas cs, telah mendapat surat pernyataan sebagai penemu pertama. Namun kini, Wacas cs belum bisa melakukan survei lanjutan karena belum mendapat izin dari pemerintah. Kapal harta karun itu pun hingga kini masih berada di dasar laut. Wacas menjelaskan, kedalaman kapal tersebut sekitar 7-18 depa. 1 Depa berjarak 1,5 meter. Keliling kapal tersebut berjarak 18 depa. Wacas dan nelayan lainnya menemukan koin itu di perairan Subang Barat. Dirinya saat itu berniat mencari kerang mutiara. “Sebelum puasa tanggal 18 Agustus pada siang hari,” jelasnya.
ROOSWIJK
Penemuan kapal berisi harta karun di Subang, mengingatkan kembali pada penemuan kapal VOC De Rooswijk. De Rooswijk tenggelam dalam pelayaran menuju Indonesia. De Rooswijk membawa harta karun yang tidak ternilai harganya. Jika benar, penemuan kapal di Subang itu tak kalah nilainya dengan De Rooswijk.
Bangkai kapal De Rooswijk ditemukan penyelam amatir pada 2005. De Rooswijk ditemukan dalam kondisi tertutup lumpur dan pasir di dasar laut di dekat Goodwin Sands.
De Rooswijk berlayar menuju Indonesia untuk kedua kalinya. Namun di perairan yang masuk teritorial Inggris itu kapal De Rooswijk diamuk badai, hingga tenggelam, 9 Januari 1740. De Rooswijk mengangkut uang logam emas, perak batangan bercap VOC, keramik dan peralatan militer.
Senin, 12 Februari 2007, harta karun dari kapal VOC De Rooswijk diserahkan kembali kepada pemerintah Belanda. Dua menteri demisioner Belanda, Menteri Keuangan Gerrit Zalm dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Sains Maria van der Hoeven, menerima harta karun VOC tersebut di Museum Maritim, Vlissingen.
Harta karun yang diserahkan, ya itu tadi, terdiri dari uang logam emas, perak batangan bercap VOC, keramik, dan peralatan militer yang kini usianya memasuki 3 abad. “Ini semua merupakan benda-benda luar biasa. Mereka merupakan bagian dari puzzel sejarah kita,” kata Menteri Van der Hoeven, yang menerima harta VOC tersebut dari pe-nyelam Inggris, Rex Cowan, penyelam profesional yang juga seorang pengacara.
Pengambilan harta karun VOC tersebut, sempat tertunda akibat perbedaan sikap antara Menteri Keuangan Zalm dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Sains van der Hoeven. Van der Hoeven berpendapat bahwa harta karun itu harus dibiarkan terkubur bersama kapal De Rooswijk. Pengangkatan harta karun VOC itu menurut hemat dia melanggar UU tentang cagar budaya. Sebaliknya, Zalm mengkhawatirkan harta karun VOC itu akan keduluan pihak lain dan dikuras habis. Tanpa menunggu persetujuan Van der Hoeven, Zalm menyewa penyelam profesional Rex Cowan dkk.
Sementara itu aturan main terkait pengambilan harta karun di laut seperti kasus De Rooswijk menyebutkan, pihak penemu, penguasa teritorial tempat penemuan, dan negara pemilik kapal VOC masing-masing mendapat 1/3 bagian.
Pemerintah Belanda sudah memastikan bahwa bagian untuknya akan disimpan di berbagai museum, agar bisa dinikmati oleh publik. Namun diskusi hangat merebak karena harta VOC itu sebagian beredar dan sudah terjual melalui internet. Diduga hal itu merupakan tindakan dari pihak penemu yang bermotivasi mendapatkan uang. Mereka memang tidak wajib menjual bagiannya kepada museum. Para ahli di Belanda mendesak agar UU tentang cagar budaya segera diubah untuk mencegah hal seperti itu terjadi dan lebih memberi perlindungan pada benda-benda bersejarah warisan kebudayaan.

The legend of Prambanan Temple

Once, in ancient times there is a great kingdom called Prambanan. Tenteran and its people live in peace. But, what happens then? Prambanan Kingdom invaded and colonized by Pengging country. Prambanan Kingdom Peace be disturbed. The soldiers are not able to deal with attacks Pengging troops. Finally, the kingdom ruled by Pengging Prambanan, and led by Bondowoso.
Bondowoso one who likes to rule with violence. "Anyone who does not obey my orders, will be sentenced to severe penalties", said Bondowoso on people. Bondowoso is a powerful and has a genie troops. Not long in power, Bondowoso like watching the movements of Loro Jonggrang, daughter of King Prambanan beautiful. "Beautiful princess nian. I want him to be permaisuriku, "thought Bondowoso.
The next day, close to Loro Jonggrang Bondowoso. "You look beautiful, will you be permaisuriku?", Tanya Bondowoso to Loro Jonggrang. Loro Jonggrang flinched, heard the question Bondowoso. "Men are very presumptuous, do not know me immediately wanted to be queen," said Loro Jongrang in the liver. "What should I do?". Loro Jonggrang into confusion. Her mind was spinning. If he refuses, then Bondowoso be furious and endanger his family and the people of Prambanan. To said yes was not possible, because Loro Jonggrang did not like Bondowoso.
"How, Loro Jonggrang?" Urged Bondowoso. Finally Loro Jonggrang get the idea. "I am willing to be your wife, but there are conditions," he said. "What conditions? Want to abundant wealth? Or the magnificent palace? ". "No, my lord, said Loro Jonggrang. I asked for the temple, the numbers must be a thousand pieces. "A thousand pieces?" Shouted Bondowoso. "Yes, and that temple should be finished overnight." Loro Jonggrang Bondowoso stare, her lips quivering with anger withhold. Since that time Bondowoso think how to make 1000 temples. Finally he asked his advisors. "I believe the lord can make the temple with the help of Jin!", Said the adviser. "Yes, that's right you suggest, prepare the equipment I need!"
Once the equipment at the ready. Bondowoso standing in front of the altar stone. Her arms were spread wide. "Forces jin, Help me!" He shouted with a booming voice. Soon, the sky became dark. The wind was howling. A moment later, the troops had gathered Bondowoso genie. "What should we do sir?", Asked the leader of the genie. "Help me build a thousand temples," pleaded Bondowoso. The genie immediately move to and fro, carrying out their respective duties. In a short time the temple has been composed almost reached a thousand pieces.
Meanwhile, Loro Jonggrang quietly observing from a distance. He was worried, knowing Bondowoso genie aided by troops. "Well, what about this?" Said Loro Jonggrang in the liver. He is looking reasonable. The royal ladies got together and sent them assigned to collect hay. "Quick burn all the straw that!" Command Jonggrang Loro. Some other ladies sent grinding mortar. Dung ... dung ... dung! Radiating red tinge to the sky to the sound of the hustle and bustle, so much like the break of dawn.
Forces genie thought dawn was breaking. "Well, the sun will rise!" Exclaimed the genie. "We should get going before the sun burned our bodies," the genie another. The genie is scattered away leaving the place. Bondowoso was surprised to see panic genie troops.
The next morning, Loro Jonggrang Bondowoso invited to the temple. "The temple that you have already stood up!". Loro Jonggrang immediately calculate the number of temples. It turns out the number only 999 pieces!. "The amount is less one!" Said Loro Jonggrang. "It means that the master has failed to meet the requirements that I ask." Bondowoso surprised to find out the deficiency. He became very angry. "No way ...", said Bondowoso, glowering at Loro Jonggrang. "Then you are complete!" He said, pointing his finger at Loro Jonggrang. Miraculous! Loro Jonggrang immediately turned into stone statues. Until now these temples still exist and are called Candi Loro Jonggrang. Being situated in the area of ​​Prambanan, Central Java, known as Candi Loro Jonggrang Prambanan Temple

Legend / Story of Mount Ungaran Semarang

According to local folklore Mount Ungaran place Gedong Songo stands of yore used by Hanuman to pile up big fight in the war Dasamuka Dewi Sinta. As is known in the story of the famous Ramayana pawayangan Dasamuka been kidnapped Dewi Sinta from the side of Rama, her husband.
To win back Sprott Break big war between Dasamuka with giant armies against the forces assisted Rama Hanuman monkey head. Syahdan the war Dasamuka that magic can not be stoned to death despite a variety of weapons by Rama. Seeing that the child god Hanuman was then held up a mountain to hoard Dasamuka body. Be Dasamuka buried alive by a mountain called the mountain later Ungaran.
Dasamuka-living life-style is buried at the base of the mountain every day Ungaran moans issued a gurgling sound that actually comes from the hot springs found there. Hot springs that contain sulfur itself finally into a bath to remove some skin diseases. In his lifetime Dasamuka reputedly fond of drinking to anyone who came to Mount Ungaran with bringing liquor Dasamuka will arouse lust. Smelled of alcohol becomes more of a moan Dasamuka-so, marked the bubbling hot springs. If it comes Dasamuka body moving can even cause a small earthquake. According to local stories.
To get to the location Gedong Songo very easy. of Ambarawa only about 15 km of westward through Bandungan attractions. If the distance is only 12 km Ungaran through Karangjati. Communities sure if this temple was awaited by a supernatural being who was nicknamed Mbah Murdo. "Based on the story Gedong Songo great-grandparents built by Empress Sima for offerings to the gods," he told the Mysteries. It is said that every time we face a tricky problem Empress Sima meditated in this temple to get the best solution.
Presumably, even this temple has a magic power. Proof, Empress Sima greatness was recognized by his opponents. Even some of the kingdom subjugated and subject to the authority of the Queen Sima. However, Siswoyo asserted, the story was passed down through generations of his ancestors. According Siswoyo, until now many visitors who perform special rituals in temples. They begged for help for a variety of objectives can be granted. Reportedly, the temple of the most widely used to meditate is a temple located on the top row.
Before entering the territory Gedong Songo, should visitors have to ask permission first to Mbah Murdo, who is believed to be magical inhabitants of this region. Say hello to him, for travel or ritual you are not disturbed. In the area of ​​cultural heritage temple Gedongsongo temperature averaging 19 to 27 degrees Celsius, bio-energy proved to have the best in Asia. Bioenergy in this region even better than in the mountains of Tibet or other mountains in Asia. Once you breathe in bioenergy can provide freshness in mind that bring fresh ideas. This will greatly help to provide progress and improve the quality of life. You'll see the spring water with a foul-smelling smoke. That said, the water is full of good luck. Especially to cure skin diseases suffered by a person.
Sacred spring was guarded by Nyai Gayatri, a woman from the island resort. It is said that during his lifetime Nyai Gayatri is the lady Queen Sima, who is believed to be the first king in the land of Java. When she died, he chose to keep the springs that contain sulfur. Reportedly, Gayatri Nyai classified creatures kindly. He likes to bring relief to others, especially to cure various kinds of skin diseases. But, do not try to underestimate him because the result could be fatal.Once a while there is a visitor who pee in the spring. Suddenly she screamed like someone strangling him. Once brought to the paranormal, apparently, Nyai Gayatri, watchman springs that act offended by these visitors. After the apologies, and even then the disease can be cured again.
Many sweet story around this spring. Darmo, Magelang resident, who happened to be bathing in the spring, said he suffered skin disease gradually recovered after a bath in this place. In fact, many doctors have given up on the already chronic skin disease that. At the direction of a psychic he was asked to bathe in the spring as much as ten times. "I had a shower three times. But my illness has decreased. Hopefully, the tenth I could recover completely," he said hopefully.
The historian has yet to confirm when the temple was built and who the founder of the temple complex Gedongsongo. But seeing the form of temple architecture, especially the form of a frame leg of the temple, this temple is concluded contemporaneous with the Dieng temple complex. The possibility of this temple was built around the eighth century AD, during the reign of Sanjaya dynasty. It's just what the name of its founder king can not be known. Gedongsongo temple hindu religious background, this can be seen from the statues that occupy the recesses of the temple. For example statues Ciwa Mahadeva, Ciwa Grand Master, Ganeca, Dhurga Nahisasuramardhini, Nandiswara and Mahakala.
According to the experts about the Temple says Evi Saraswati temple in Indonesia can be divided into two types. Namely Hindu temples and Buddhist Temple. Key features of the two types lies in the shape of the building. Hindu Temple inclined slender, taper and height. While the Buddhist temple is round and big like the temple of Borobudur. Judging from the functions of the temple is also divided into two functions, namely as a place of worship or temple worship and temple used as a place of burial. While in the temple complex is estimated Gedongsongo a temple for the funeral. Because now found around the temple there are a lot of ash. Very probably this is the former combustion ashes of the deceased. According to the teachings of Hindu people who die are usually burned.
The temple building is still intact shape now live five buildings, the temple I, II, III, IV and V. Temple I consists of the building and is still intact, the building of the temple II consists of two main buildings are still intact and the other is not intact. Temple III consists of three buildings which are all still intact. Temple IV there are four buildings of the temple, but only one temple buildings are still intact. While Temple V place traces the foundation of the temple which shows that there used to a lot of temple building. But now only one of the main temple building is still intact. Temple VI, VII, VIII and IX is now no longer remains unclear, because there are some ruins of buildings there are many who diamanakan. Similarly, some statues are also kept by the Preservation of History and Archaeology of Central Java.
This mountain can be climbed from Jimbaran - Ungaran, or from the Park Building Songo Temple Tour - Ambarawa. By using the Tawang Jaya train from station to station Poncol Senen Jakarta - Semarang. From this Poncol station we took the bus to the terminal Terboyo city, followed by a small bus Bandungan majors. Ungaran Mountain is located in the south - southwest of Semarang city with a distance of about 40 km, precisely located in Hyderabad district. Mount Ungaran including strato type volcano eruptions. The mountain is composed of three mountains namely Mt. Gendol, Gn.Botak, and Mt. Ungaran. The highest peak Mt. Ungaran has a height of 2050 masl. To reach the summit of Mount Ungaran This takes about 5 hours from Songo temple building, or about 8 hours of Jimbaran.
The mountain is very special that is the heat of the earth on the south side and north side of the mountain, also in the mountains to the east. The highest heat was in Gedongsongo with the steam heat and the pool temperature 86 ° C are also hot springs. North of Mt. Ungaran there are several hot springs with temperatures ranging from 48 ° C and 53 ° C. The hot water contained in the east of the mountains have warm temperatures ranging from 42 ° C. Heat generated in the vicinity of this Gedungsongo associated with the youngest volcanic activity that occurred in gn.Ungaran, ie, since the flow of lava in the crater andesive in the north. There is no historical record of eruptions gn.Ungaran. Several times the activity of the eruption had occurred in the middle of the mountain near the summit of gn. Ungaran, thus forming a volcano.
The youngest phase of volcanic activity is a composition of basalt and andesite pile circular with diameters of 19 km which cut older volcanic and sedimentary Ungaran third. Two generations of Andesite dome has been formed since the fourth layer around the rim fault and the sides of the mountain. Being in Gedong Songo temple complex at the foot of Mount Ungaran like catapulted into the past with all kekunoannya. Seven temples stood silently with each other about 100 meters apart was emitting an aura of peace is eternal. The fresh smell of pine sap and fragrant roses that came brought a light breeze makes the head feels light. Gedong Songo temple complex is surrounded by a stretch of garden flowers on either side, reminiscent of the beauty of heaven where the gods dwell in the wayang story. In the distance appears green pine forests which crawls Ungaran feet to the summit of Mt.
As the name of this temple complex is actually composed of nine temples, rows from bottom to top are connected by cement walkways. One temple is located atop the highest peak is called Nirvana. Unfortunately two of the nine temples have been damaged until now lived seven fruit.Gedong Songo Temple Complex is expected to be built by King Sanjaya, the king of the ancient Mataram at around 8th century AD. Seeing the architectural style and its founder Hindu Gedong Songo is clearly a Hindu temple that was built for the purpose of worship. Various gods who are here as Grand Master of Shiva, Shiva Mahadeva, Shiva Mahakala, Durgamahesasuramardhani and Ganesya increasingly stresses as the building of worship of Hindus. Also found Linga and Yoni that are characteristic of Hindu temples in Indonesia.

Minggu, 03 April 2011

Amber Room rumah Legenda Berlapis Emas

Dari semua harta karun dunia yang hilang, Amber room adalah salah satu yang paling terkenal. Sebuah ruangan yang dibangun benar-benar berlapiskan dari emas kuning dan daun emas, sangat luar biasa cantik yang sudah lama dikenal sebagai Keajaiban kedelapan Dunia.
Bangunan yang di bangun pada tahun 1709, itu merupakan tempat Raja Prusia sampai ia memberikan sebagai hadiah untuk Tsar Rusia Peter Agung pada 1716. Itu tetap di Rusia selama lebih dari dua ratus tahun dan kemudian menghilang.
Ketika Nazi menyerbu Leningrad (St Petersburg) pada tahun 1941, Soviet berusaha menyembunyikan harta karun terkenal mereka. Tp bagaimanapun, nazi tidak mudah tertipu. Hanya butuh waktu 36 jam untuk mengambil isi Amber Room ke dalam peti, dan dengan kereta dibawa menuju kota Jerman Konigsberg.
Ketika perang berakhir pada 1945, Soviet mencoba merebut kembali Amber Room. Tapi keajaiban kedelapan Dunia tidak pernah terlihat lagi.
Amber Room
Lebih dari enam puluh tahun terakhir, banyak rumor yang tak terhitung mengenai keberadaan Amber Room. Ada yang bilang hancur dalam pemboman Konigsberg dan ada yang menyatakan bahwa itu terkubur di suatu tempat di Pegunungan Bijih atau terkubur di sebuah kapal selam yang tenggelam ke dasar Laut Baltik.
Tapi sekarang, pemburu harta karun Jerman mengatakan bahwa mereka telah menemukan sebuah gua bawah tanah terlupakan yang beriisi dengan emas Nazi. Dan mereka yakin bahwa Ruang Amber juga tersembunyi di dalam. Membuka gua akan sulit, karena diketahui bahwa nazi memasang ranjau di harta mereka dengan bahan peledak.